Jumat, 25 Maret 2011

Aku Ingin..

Puisi ini berjudul Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono. Awalnya gua ngeliat temen sekelas gua yang mempresentasikan tentang hasil analisa mereka tentang karya Sapardi ini, mereka sempat menyinggung puisi 'Aku Ingin' ini, mereka juga sempat membacakan larik pertamanya, seketika itu pula gua berpikir bahwa puisi ini 'gua banget' *eaaa hahaha, sooo ini nih puisinya!



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
Kita analisa yuu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana>>> ini tuh kaya gua, gak mau neko-neko bahwa gua suka bahwa gua sayang, inilah perasaan gua, gua gak memprioritaskan bahwa rasa suka gua ini musti menjadi suatu hubungan seperti pacaran, cukuplah orang yang gua sayang itu mengerti, tau, dan peduli atas rasa sayang gua ini.
Dengan kata yang tak sempat diucapkan>>> ini juga gua banget, karena gua belum tau bagaimana cara biar lu tau bahwa gua, dinda melinda, itu orang yang bukan sekedar menggemari 'dia' seperti anggapan banyak orang, ini asli yang namanya 'sayang', tapi ya itu dia, gua ga mungkin ngomong ini ke 'dia' secara gua ini cewek hahahaha
kayu kepada api yang menjadikannya abu>>> mungkin pada akhirnya semua pengharapan yang muncul cuma akan berakhir menjadi abu yang bisa kapan aja terbang entah ke mana diterpa angin, mungkin suatu saat apa yang gua pengenin gak jadi kenyataan, cuma hilang dimakan waktu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana>>>sekali lagi gua tegasin, rasa ini tuh simpel! simpeeeeeel banget, cuma bisa dijabarkan sebagai, suka menjadi sayang tumbuh menjadi cinta, sederhana bukan? 
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan>>> kalo bisa di edit sih mau gua ganti jadi 'dengan isyarat yang tak bisa disampaikan' ya karena bagaimana sih caranya biar lu tau bahwa ini lah rasa gua, ini nih yang bikin sesuatu yang 'sederhana' itu menjadi 'rumit'
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..>>> lagi-lagi inilah kenyataan bahwa dua kemungkinan bisa aja terjadi, antara 'dia' tau kemudian berjalan seperti yang diharapkan atau 'dia' gatau dan semua hilang gitu aja, dan maksa gua buat pergi..
Sebenernya sih analisa gua ini ngaco banget hahaha, maksudnya ngaco itu soalnya aturan-aturan menganalisa puisi ini tuh ngasal, soalnya ini cuma analisis berdasarkan apa yang gua rasain doang sih :P
yah pokonya mah gua itu sayang sama lu dengan sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sederhana *tingting, jadiiiii jangan dipersulit yah :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar