Kamis, 19 Juni 2014

TARI SAMAN MAHASISWA ARSITEKTUR 2013 UNIVERSITAS GUNADARMA

kami dari mahasiswa jurusan arsitektur universitas Gunadarma angkatan 2013.
ini adalah tugas salah satu mata kuliah softskill yaitu Ilmu Budaya Dasar di semester 2, yaitu menampilkan sebuah tarian, dan kelompok kami memutuskan untuk menampilkan tarian saman yang berasal dari Aceh.

KELAS 1TB01

POSISI (dari kiri)
-Aditya Rahman
-Dinda Melinda
-Virly Avica
-M. Zehan
-Yanuarra
-Ahlal Jannata
-Dewa Arga

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.

MAKNA DAN FUNGSI


Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian dititik beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

LIRIK LAGU SAMAN
<masuk>
Salamalaikum tanglon jemela (ceh)
Sambut hai rakan salam sijahtera
Kebandung ware handai ngan taulan
Dum sekalian tuhan ngenmuda
Dum sekalian tuhan ngenmuda
Kerakyat Aceh dipode sabang
Sampai batasan aceh tenggara
Berujung simpu di ujung sabang
Barat Selatan tro Aceh Jaya
Barat Selatan tro Aceh Jaya
<dungtakdung>
Amin Allah sembah amin
Ure mukmin gelagelagedoah
Berkat rahmat Allah yamri
Nanggro Aceh makmur sijahtera
(2x)
Hai jala tu milen
Hai milen jala tun
Jala tu milen
Hai milen jala tun
Hai bungko nesayang
Len kalen pade
Hai dipot angengle
Hai binte ke ayem mate
Hai jala tu milen
Hai milen jala tun
Jala tu milen
Hai milen jala tun
<berhenti>
Kutiding langhan dinghem
Kutiding langhan dinghem
La hembots bots la tiding
La hembots bots la tiding
Hai taja u aceh
Hai taja u aceh
Hai ado len kalen pade
Hai ado len kalen pade
Merebah metimpa
Merebah metimpa
Hai ado dipot angengle
Hai ado dipot angengle
<ganti gerakan kutiding 2>
E hai kutiding langhan dinghem
Kutiding langhan dinghem
La hembots bots la tiding
La hembots bots la tiding
Hai ma pute pute
Hai ma pute pute
Hai ado si bungong pute
Hai ado si bungong pute
Hai len lat babinte
Hai len lat babinte
Hai ado ke ayem mate
E ado ke ayem mate
E hai kutiding langhan dinghem
Kutiding langhan dinghem
La hembots bots la tiding
La hembots bots la tiding
<berhenti>
Ret karet menan menan
Ret karet menan menan
Tjo ampon teungku raja
Si jumpa mira si ura kareutlam anau
(2x)
Ret karet menan menan
Ret karet menan menan
Tjo ampon teungku raja
<berhenti>
Ha e allahuala eha
Jinten rile hai putro baren han
Han jinten jinten rilo
(4x) à 2 lambat, 2 cepet, 2 kosong
<berhenti>
Hai laot sah
Ilon lah ombak me
Ahlun kapaitdri
Ekstrun lah me pura pura hai bacuteh
Salam lah bu konsa
Lah lun salahmun laipun hawaidi
Gatra lamperahu
(ganti arah muter)
Rayah la bungkah u
Cabang kapatang
Tiang tamengku wala hai menyone
Gose la dingonme
Sayang wahai cut
Abang se ote raya
Hai laotsah
<habis>
Hei hei hei tujalahe
Tiding ala haiding
Tiding ala haiding
Wajala eha eha ala
<sampe selesai keluar semuanya>


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar