Sabtu, 15 Januari 2011

Cooking Chocolate

Salah satu bahan utama pembuatan brownies adalah cooking chocolate compound, atau sering disebut cooking chocolate atau cokelat masak saja. Cooking chocolate adalah cokelat khusus untuk membuat kue secara profesional. Cokelat ini dapat dilelehkan dan mengeras kembali. Cooking chocolate berbentuk batangan, dijual di pasar swalayan dan toko-toko penyedia bahan pembuatan kue. Pilihlah cooking chocolate dengan merk terkenal dan bermutu baik, agar hasil yang didapat memuaskan. Cooking chocolate yang sering digunakan untuk brownies adalah : 

1. Dark Cooking Chocolate 

Berwarna cokelat tua, rasanya tidak terlalu manis. Dark cooking chocolate adalah jenis yang paling banyak dipakai untuk pembuatan kue dan brownies. 
2. Milk Cooking Chocolate 

Berwarna cokelat muda, dan mempunyai rasa yang lebih manis dari dark chocolate serta terbuat dari susu. 

3. White Cooking Chocolate 

Berwarna putih, terbuat dari lemak yang dihasilkan dari biji buah cokelat yang dicampur susu. Orang terkadang menyebutnya dengan cokelat putih. Cokelat ini mempunyai rasa yang manis dan beraroma vanili. 


Cara Melelehkan Cooking Chocolate
Untuk melelehkan Cooking chocolate dengan baik diperlukan teknik yang benar. Tiap jenis cokelat memerlukan pengetiman yang berbeda. Jika anda menggunakan Dark dan Milk cooking chocolate, anda dapat menggunakan air mendidih 100 derajat Celsius. Sedangkan untuk jenis White cooking chocolate anda cukup memanaskan air hingga mencapai suhu maksimal 70 derajat Celsius, karena kandungan gula dan susu yang tinggi dalam white cooking chocolate akan dapat menggumpal karena terjadinya karamelisasi selama pengetiman. Semakin dipanaskan akan semakin menggumpal. 

  1. Untuk melelehkan cokelat dengan cara ditim, minimal dibutuhkan 2 buah panci stainless steel/mangkuk stainless steel/mangkuk kaca tahan api dengan ukuran yang berebeda, yang satu lebih kecil dari pada yang lain.
  2. Potong-potong cokelat menjadi ukuran yang kecil untuk mempercepat proses pengetiman. Masukkan dalam mangkuk stainlees steel atau mangkuk kaca tahan api.
  3. Siapkan panci/wadah kaca tahan api berisi air, panaskan hingga air mendidih, matikan api. Letakkan mangkuk stainlees steel/ mangkuk kaca tahan api dalam ukuran lebih kecil berisi potongan cokelat.
  4. Aduk-aduk dengan sendok kayu hingga cokelat mencair. Jika masih belum mencair, nyalakan api kecil saja. Campur cooking chocolate pada adonan ketika sudah agak dingin (masih hangat).

CHOCOLATE CHIPS
 
Chocolate chips berbentuk bundar kecil-kecil berdiameter 3/4 cm dengan bagian permukaannya runcing dan bulat. Dapat diperoleh dipasar swalayan terkemuka atau toko khusus yang menjual bahan-bahan pembuatan kue. 

VANILI EKSTRAK
 
Berbentuk cair, dijual dalam botol plastik. Aromanya lebih kuat dari vanili bubuk. Jika tidak tersedia, bisa diganti dengan vanili bubuk biasa. 

CREAM CHEESE 
Adalah keju berbentuk krim dalam kemasan aluminium foil yang dijual dipasar swalayan bagian lemari pendingin. Seperti mentega, cream cheese harus disimpan dilemari es. Saat digunakan, keluarkan dari lemari es dan biarkan beberapa lama sehingga suhunya sama dengan suhu ruangan. 


Tips Sukses Membuat Brownies 

Cokelat sebagai bahan dasar pembuatan brownies bisa berasal dari cokelat masak (berbentuk batang), bubuk, maupun kombinasi keduanya, merk cokelat yang digunakan ikut mempengaruhi penampilan brownies. Semakin gelap warna cokelat bubuk yang digunakan, warna brownies pun jadi semakin pekat. 

Meskipun julukannya "kue bantat", bukan berarti jumlah dan komposisi bahannya bisa asal-asalan. Brownies yang lezat dengan penampilan dan tekstur yang pas tentu harus dibuat dengan tepat. Pemilihan gula pasir juga ikut berpengaruh pada hasil akhir brownies. Sebaiknya, gunakan gula pasir berbutir halus, karena jika butirannya kasar, gula akan memerlukan waktu lebih lama untuk meleleh. Ini membuat tekstur brownies jadi berpori dan kasar. Perhatikan dengan cermat jumlah bahan yang diperlukan. Timbang tepung terigu yang digunakan secara tepat, karena kelebihan tepung terigu akan membuat tekstur brownies jadi padat dan keras. 

Selain itu, tak kalah penting adalah tekhnik pembuatannya. Sebaiknya, campur bahan-bahannya secara manual, tidak perlu menggunakan mixer. Kalau pun mau, sebaiknya gunakan mixer dengan kecepatan sedang tak lebih dari lima menit. Sebab jika menggunakan mixer, akan banyak udara yang terbentuk dalam adonan yang mejadikan tekstur kue menjadi mengembang. Hal ini membuat tampilan brownies tidak bantat, tapi lebih menyerupai cake. 




Diperoleh dari Buku Resep Blonde Brownies 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar