Sabtu, 15 Januari 2011

Masyitah Dan Anak Perempuan Fir 'Aun

Masyitah adalah seorang pembantu di istana Fir'aun. Tugasnya adalah menyisir rambut anak perempuan Fir'aun.
Suatu hari ketika ia sedang melaksanakan tugasnya, tiba-tiba sisir itu jatuh dari tangannya dan jatuh ke tanah. Ia kemudian memungutnya dengan mengatakan, "Dengan menyebut nama Allah."
Anak perempuan Fir'aun itu terkejut dan bertanya kepadanya, "Apakah kau mempunyai Tuhan selain bapakku?"
Wanita itu menjawab, "Ya, Allah adalah Tuhanku, Tuhan bapakmu dan Tuhan seluruh manusia."
Anak perempuan Fir'aun kemudian memerintahkan mentrinya, Haman, untuk menyiapkan sebuah wadah besar yang terbuat dari tembaga. Wadah itu selanjutnya diisi degan minyak yang mendidih.
Fir'aun lalu memanggil Masyitah dan bertanya kepadanya, "Siapa Tuhanmu?"
"Tuhanku adalah Allah," jawab Masyitah.
"Bawa ibunya dan letakkan di minyak mendidih itu sampai mati di depannya." kata Fir'aun memerintahkan.
Setelah itu, Fir'aun bertanya kembali kepada Masyitah untuk kedua kalinya, "Siapa Tuhanmu?"
"Allah adalah Tuhanku." jawab Masyitah.
"Bawa suaminya dan letakkan di minyak mendidih itu sampai mati di depannya," kata Fir'aun memerintahkan.
Setelah itu Fri'aun bertanya lagi kepada Masyitah, "Siapa Tuhanmu?"
"Allah adalah Tuhanku." jawab Masyitah.
Mereka kemudian merampas anak Masyitah yang masih menyusu dari tangannya. Ketika mereka memasukkan bayi itu ke dalam minyak yang mendidih, Fir'aun bertanya lagi kepada Masyitah, "Siapa Tuhanmu?"
"Tuhanku adalah Allah," jawabnya.
Bayi yang baru berusia beberapa bulan itu menjerit dari dalam minyak yang mendidih, "Sabarlah ibu dan janganlah engkau goyah. Engkau berada di atas kebenaran."
Mereka kemudian menarik wanita itu dan memasukkannya ke dalam minyak. Wanita itu hanya meminta satu hal. Ia meminta agar tulang-tulang dirinya, ibunya, suami dan anaknya dimasukkan kedalam satu kuburan.
Demikianlah. Kuburan itu selalu mengeluarkan aroma seperti misik bagi setiap orang yang melintasinya.


Diperoleh dari buku Kisah-Kisah Islami-dari Orang Tua Kepada Anaknya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar